Bayi buta dan 5 mitos tentang gerhana matahari yang dipercaya dunia

Bulan Maret nanti di Indonesia bakal ada fenomena yang jarang terjadi. Peristiwa gerhana matahari total yang hanya terjadi setiap 33 tahun ini menarik perhatian masyarakat Indonesia dan Dunia. Sebelum menyaksikan fenomena ini, simak yuk mitos-mitos tentang gerhana yang dipercaya penduduk dunia, salah satu mitosnya ada yang dari Indonesia.

1. Matahari dan bulan bertengkar

Ilustrasi bulan dan matahari betengkar/Laishley
Ilustrasi bulan dan matahari betengkar/Laishley

Menurut suku Batammaliba di Afrika sana, gerhana terjadi karena matahari dan bulan sedang bertengkar. Pada saat gerhana terjadi, masyarakat suku Batammaliba tinggal di dalam rumah, menyanyikan lagu khusus untuk mendamaikan keduanya, dan menahan diri dari makan, minum, dan tidur.

2. Ditelan makhluk mistis atau makhluk langit

Dua serigala mengejar bulan dan matahari/She Wolfey
Dua serigala mengejar bulan dan matahari/She Wolfey

Masyarakat Halmahera memiliki kepercayaan bahwa gerhana matahari terjadi karena matahari dimakan oleh suanggi atau setan. Hampir sama dengan mitos yang dimiliki oleh suku Viking. Mereka percaya bahwa bulan dan matahari dikejar oleh dua serigala langit. Gerhana matahari atau bulan terjadi karena salah satu serigala berhasil menangkap benda langit ini.

3. Dewa-dewi

Rahwana menelan bulan/Detik
Rahwana menelan matahari/Detik

Dalam mitologi Hindu, gerhana matahari atau bulan terjadi karena Rahwana menelan salah satu benda langit tersebut. Diceritakan bahwa Rahwana ingin mencuri ramuan rahasia keabadian dengan menyamar sebagai dewata. Matahari dan bulan yang mengetahui hal ini melaporkannya kepada Dewa Wisnu. Sebagai hukumannya, Dewa Wisnu memotong kepala Rahwana. Akan tetapi, kepala itu tetap hidup dan mengejar matahari dan bulan untuk balas dendam. Karena yang menelan hanya bagian kepala saja, matahari dan bulan tetap bisa lolos melalui tenggorokkan Rahwana.

4. Ibu hamil dilarang keluar rumah

Ibu hamil/Gap Year
Ibu hamil/Gap Year

Pada masyarakat modern berlaku mitos agar ibu hamil dan anak kecil keluar rumah karena berbahaya. Menurut mitos, jika sampai ibu hamil keluar rumah saat gerhana matahari bisa menyebabkan bayi buta atau bibir sumbing.

5. Melihat gerhana matahari bisa membuat mata buta

Melihat gerhana dengan alat bantu/Live Science
Melihat gerhana dengan alat bantu/Live Science

Beredar pula mitos di seluruh dunia, jika kita melihat gerhana matahari bisa menyebabkan kebutaan. Sebenarnya aman melihat gerhana matahari, asal kita tidak melihatnya secara langsung. Gunakan alat bantu seperti teleskop yang sudah diberi filter atau plastik film hitam putih (klise) untuk fotografi.

Gerhana matahari tahun ini jangan sampai kamu lewatkan ya Anak Hits. Sayang kalau sampai kamu melewatkan kejadian yang tidak sering terjadi. Kamu punya cerita atau tips menyaksikan gerhana matahari? Diskusikan yuk di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *