Sering dikira prostitusi, ini 7 fakta unik tentang geisha yang mungkin belum kamu tahu

Gejolak Kalijodo masih membekas di benak kita. Daerah prostitusi yang sempat menjadi  sengketa antara pemerintah Jakarta dan tokoh utamanya, Daeng Azis tersebut berhasil  diratakan dengan tanah. Kini para warganya mengikuti saran pemerintah untuk pulang  kampung atau pindah ke rumah susun yang telah disediakan.

Prostitusi memang hal yang tabu di Indonesia. Hal tersebut tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat kita. Tapi, bagaimana dengan para wanita penghibur yang hanya sekedar menemani minum atau bernyanyi saja? Di Indonesia mereka seringkali disebut purel. Biasanya mereka ini dibayar untuk menemani di tempat-tempat karaoke. Sama halnya dengan prostitusi, purel juga dianggap sebagai pekerjaan yang tidak pantas.

Lain halnya di Jepang. Di Jepang kita mengenal istilah geisha sebagai wanita pengibur. Banyak orang yang mengira geisha sama dengan prostitusi. Padahal sebenarnya menyebut geisha sebagai prostitusi adalah kurang tepat. Yang dicari dari seorang geisha adalah kemampuannya untuk menghibur. Mereka dituntut untuk pandai menari, bermain musik, dan bernyanyi. Banyak orang yang belum tahu mengenai geisha, berikut fakta-fakta unik tentang geisha yang berhasil Ngehits rangkum dari berbagai sumber.

1. Pendidikan geisha

Jangan dikira sembarang orang bisa tiba-tiba menjadi geisha. Menjadi geisha harus melalui sebuah pendidikan. Biasanya mereka yang ingin menjadi geisha memulai pendidikannya sejak umur 16 tahun. Mereka akan tinggal di rumah khusus yang disebut okiya bersama ‘ibu’ yang disebut okasan.

Latihan menari via youtube
Latihan menari via youtube

Di okiya mereka belajar seni tradisional Jepang, mulai dari menyanyi, menari, tentang kimono, dan banyak lagi. Setelah itu mereka akan menjalani masa magang dan disebut sebagai maiko. Mereka bisa menjadi geisha ketika mereka memasuki usia 21 tahun

2. Geisha pertama adalah laki-laki

Geisha laki-laki via sribol
Geisha laki-laki via scribol

Kaget kan? Ya, geisha pertama sebenarnya adalah seorang laki-laki. jaman dahulu geisha laki-laki ini disebut honko. Pekerjaan mereka sama seperti geisha saat ini, menghibur tamu di bar, restaurant, okiya atau rumah geisha, dan saat acara minum teh.

3. Mizuage

Ekubo, kue untuk upacara mizuage via pinterest
Ekubo, kue untuk upacara mizuage via pinterest

Kebanyakan orang menyamakan geisha dengan prostitusi. Sebenarnya tidak semua geisha menjalankan praktek prostitusi. Prostitusi di Jepang disebut dengan oiran. Mungkin yang membuat mereka berpendapat seperti itu karena adanya upacara mizuage. Dimana seorang maiko menyerahkan keperawanannya ke penawar tertinggi untuk menjadi geisha yang sempurna.

4. Gerakan-gerakan yang dilakukan geisha mempunyai arti

Geisha menari via venere
Geisha menari via venere

Konon katanya, setiap gerakan yang dilakukan oleh seorang geisha mempunyai arti khusus. Seperti contohnya, geisha yang mengangkat lengan kimononya tinggi-tinggi hingga kulit lengannya terlihat bertujuan untuk menggoda kliennya.

5. Kimono

Kimono yang mereka gunakan semuanya adalah buatan tangan, terbuat dari sutra dan khusus dibuat untuk mereka. Uniknya tiap kimono yang mereka pakai juga menyesuaikan dengan musim. Para geisha tak mau menggunakan kimono yang sama berkali-kali.

Geisha mengenakan kimono via japantimes
Geisha mengenakan kimono via japantimes

Satu kimono hanya untuk sekali pakai. Bisa dibayangkan berapa banyak kimono yang menumpuk di lemari mereka? Untuk make up dan memakai kimono, seorang geisha bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam!

6. Geisha mempunyai penyokong dana

Geisha bersama seorang lelaki via themovieproject-moviefan
Geisha bersama seorang lelaki via themovieproject-moviefan

Kehidupan sebagai geisha tidaklah murah. Geisha yang sukses mempunyai penyokong dana yang disebut sebagai danna. Orang inilah yang membiayai kebutuhan geisha selama ia menjalani profesi ini. Seorang danna biasanya dalah pria sukses yang kaya raya.

7. Oshiroi

Memakai lipstick via tsunagujapan
Memakai lipstick via tsunagujapan

Tubuh geisha yang putih itu tertutup oleh oshiroi, semacam bedak putih. Bedak ini digunakan untuk menutupi wajah, leher depan, dan leher bagian belakang. Jaman dahulu oshiroi mengandung timah yang dapat mengganggu kesehatan mereka. Mereka menyempurnakan penampilan mereka dengan menggunakan eyeliner hitam dan lipstik merah menyala.

Sampai saat ini geisha masih bisa ditemui di Jepang. Selama kebudayaan Jepang masih ada, kamu bakalan menemukan geisha di negeri matahari terbit ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *